Minggu, 06 Januari 2013

METODE RISET BAB 1


BAB  I 
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Dunia usaha di Indonesia, mengalami perkembangan yang demikian pesat. Peningkatan yang terjadi pada pendapatan masyarakat menyebabkan masyarakat ingin dilayani lebih baik lagi. Setiap perusahaan melalui produk yang dihasilkannya / produk yang ditawarkan berusaha agar tujuan dan sasaran perusahaannya tercapai.
Tujuan umum perusahaan adalah membuat suatu produk / jasa dengan biaya serendah-rendahnya, menjual dengan harga wajar dan membentuk kebiasaan. Untuk mencapai semua itu perusahaan menentukan suatu metode peramalan (forecasting) akan produk dan jasa.
Peramalan (forecasting) permintaan akan produk dan jasa di waktu mendatang dan bagian-bagiannya adalah sangat penting dalam perencanaan dan pengawasan produksi. Peramalan yang baik adalah esensial untuk efisiensi operasi-operasi manufakturing dan produksi jasa.
Peramalan digunakan dalam manajemen produksi / operasi dalam pembuatan-pembuatan keputusan-keputusan yang menyangkut pemilihan proses, perencanaan kapasitas, dan layout fasilitas, serta untuk berbagai keputusan yang bersifat terus menerus berkenaan dengan perencanaan, scheduling dan persediaan.
Dalam hal ini penulis ingin membahas tentang : “PERAMALAN PENJUALAN PADA PT. MANDOM INDONESIA. Tbk .”


1.2 Perumusan Masalah
Dalam penulisan ilmiah ini, penulis hanya akan merumuskan masalah antara lain :
1.       Berapakah besarnya peramalan penjualan pada PT. Mandom
Indonesia. Tbk, pada tahun 2003
2.       Metode apakah yang paling tepat digunakan berdasarkan  
      Penyimpangannya yang terkecil

1.3  Pembatasan Masalah
 Batasan masalah yang akan dijelaskan adalah peramalan penjualan di tahun 2003 dan metode apakah yang paling tepat digunakan berdasarkan penyimpangannya yang terkecil dengan data penjualan dari tahun 1995 sampai tahun 2002 dengan menggunakan metode least square, rata-rata bergerak dan exponential smoothing.

1.4  Tujuan Penulisan
Adapun tujuan penulisan ilmiah ini adalah :
1.      Untuk meramalkan volume penjualan pada tahun 2003
2.      Untuk mengetahui metode yang paling tepat digunakan berdasarkan penyimpangannya yang terkecil

1.4  Metodologi Penelitian
Dalam penyusunan penulisan ilmiah ini, metode yang dilakukan penulis untuk memperoleh data-data yang kongkret dari obyek yang diteliti adalah sebagai berikut :
1.4.1        Metode Pengumpulan Data
Untuk memperoleh data-data, penulis melakukan pengambilan data dari 1995 sampai 2002 dengan cara :
                        1. Penelitian Kepustakaan
Yaitu untuk memperoleh pengetahuan konsepsi dalam melihat permasalahan teori dan ilmiah melalui bacaan-bacaan literature-literature dalam bentuk teksbook, artikel serta bacaan lainnya yang berhubungan dengan permasalahan yang dibahas
                        2. Observasi Langsung
Yaitu mengadakan pengamatan langsung ke obyek yang diteliti untuk dapat mencari data sebagai bahan infomasi yang erat hubungannya dengan masalah yang dibahas.
1.4.2    Analisis Data
Pada penulisan ilmiah ini penulis menggunakan metode analisis data yaitu metode least square, rata-rata bergerak, dan exponential.

1.5  Sistematika Penulisan
 BAB I    : PENDAHULUAN 
Bab ini memuat tentang latar belakang masalah, tujuan penulisan, metodologi penulisan, serta sistematika penulisan.

 BAB II  :    LANDASAN TEORI

Dalam bab ini dijelaskan tentang pengertian peramalan (forecasting), kegunaan metode peramalan, kriteria pemilihan metode peramalan, dan tehnik-tehnik peramalan.

 BAB III  :   TINJAUAN UMUM PERUSAHAAN 

Yang berisi mengenai sejarah singkat perusahaan, gambaran perusahaan dan struktur perusahaan. 

BAB IV  : PEMBAHASAN

Dalam bab ini akan dibahas analisis data dengan metode peramalan least square, rata-rata bergerak, dan exponential smoothing.

BAB V   : KESIMPULAN DAN SARAN

Pada bab ini akan dikemukakan kesimpulan dan saran-saran.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Metode Riset BAB I

TUGAS METODE RISET

Nama : Anne Karina Sekar 
NPM   : 10210903
Kelas : 3EA10


BAB I

Tema    :     Kepuasan Konsumen

Latar Belakang Masalah    : 

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia mengalami perkembangan dan kemajuan cukup pesat. Kebutuhan konsumen pun akan semakin meningkat seiring perkembangan zaman. Seorang konsumen hanya akan bersedia membeli produk-produk yang mampu memenuhi kebutuhan dan memberi kepuasan. Pembelian ulang pun akan dilakukan apabila pelangan (individual) mendapatkan kepuasan dalam pembelian.
            Kepuasan atau ketidakpuasan konsumen tidak mudah dinilai oleh produsen atau penyedia jasa, karena sifatnya yang abstrak dan tidak berwujud. Penyebabnya pun sangat banyak. Untuk mempermudah pemahaman kepuasan konsumen ini Schnaars mengidentifikasi faktor-faktor penyebabnya sebagai berikut:

1. Harapan
Harapan terbentuk terlebih dahulu sebelum melakukan pembelian. Komponen ini merupakan manfaat yang dicari konsumen tentang produk atau jasa dalam melakukan tugasnya. Konsumen membentuk harapan ini berdasarkan pengalaman dari penggunaan produk atau jasa tersebut, komunikasi dari mulut ke mulut, aktivitas pemasaran yang dilakukan perusahaan.

2. Hasil yang dicapai produk atau jasa
Hasil yang dicapai produk atau jasa adalah produk atau jasa dalam menjalankan tugasnya di dalam kenyataan atau dapat dikatakan merupakan persepsi dari konsumen dalam mengukur hasil (kenyataan) yang dicapai oleh produk atau jasa.
Kepuasan konsumen tercapai bila produk sesuai atau melebihi harapan yang diinginkan konsumen, sedangkan ketidakpuasan tercapai bila produk di bawah harapan yang dinginkan konsumen.
Produk yang melebihi atau kurang dari harapan konsumen disebut diskonfirmasi positif dan diskonfirmasi negatif. Diskonfirmasi positif terjadi bila performa produk ternyata melebihi apa yang diharapkan konsumen sehingga terjadilah diskonfirmasi yang menyenangkan terhadap pengharapan konsumen sebelumnya. Dan sebaliknya, diskonfirmasi negatif terjadi bila performa produk kurang dari apa yang diharapkan konsumen sebelumnya dan terjadi diskonfirmasi yang tidak menyenangkan.

Kepuasan atau ketidakpuasan pembeli mempengaruhi tingkah laku berikutnya. Konsumen yang tidak puas akan melakukan tindakan yang berbeda dengan konsumen yang puas. Konsumen yang tidak puas akan mengurangi ketidakcocokan dengan mengambil beberapa tindakan seperti menyampaikan protes langsung kepada penjual, menyampaikan keluhan kepada lembaga pengaduan konsumen, menyebarkan kesan jelek kepada teman-temannya perihal produk atau perusahaan atau penjualnya sampai pada akhirnya menghentikan tindakan pembelian produk dari perusahaan atau penjual yang bersangkutan.


Sumber :
http://artikel-manajemen.blogspot.com/2009/06/identifikasi-faktor-faktor-penyebab.html Budiarto,Teguh (1993). Dasar-Dasar Pemasaran. Jakarta: Penerbit Gunadarma.
            Jurnal Analisis Variabel Pembentuk Kepuasan Konsumen Pada Ritel Hipermarket                        di Depok (Oleh : Raudhah Maria Ulfah, 2008)

Analisis Jurnal 3 : Analisis Variabel Pembentuk Kepuasan Konsumen Pada Ritel Hipermarket di Depok



Analisis Jurnal Ilmiah Oleh      : ANNE KARINA SEKAR 
NPM                                            : 10210903
Kelas                                          : 3EA10

1. Judul 
Analisis Variabel Pembentuk Kepuasan Konsumen Pada Ritel Hipermarket di Depok.

   Pengarang    Raudhah Maria Ulfah
   Tahun            2008

2. Tema            Kepuasan Konsumen

3. Latar Belakang Masalah 

Pertumbuhan ekonomi di Indonesia mengalami perkembangan dan kemajuan cukup pesat. Sektor ritel dan pusat perbelanjaan menunjukkan perkembangan signifikan serta memberikan kontribusi positif dalam pemulihan ekonomi Indonesia. Pengusaha ritel bersaing dalam memperoleh simpati konsumen diantaranya dengan meningkatkan pelayanan guna mencapai kepuasan konsumen. Melihat banyaknya konsumen yang mempunyai keinginan dan kebutuhan beraneka ragam saat ini, membuat peluang besar bagi para pelaku bisnis untuk mendirikan tempat ritel modern di kota Depok, bisa dilihat ritel modern baru di Depok, misalnya Hypermart, Giant, Carrefour dan masih ada beberapa ritel modern yang lain.

4. Masalah 
 

1. Apakah kedua variabel tersebut memang mempunyai hubungan yang signifikan.
2 Jika terbukti hubungan (korelasi) signifikan, kemudian dapat diketahui bagaimana arah hubungan antara variabel dan seberapa kuat hubungan tersebut.
5. Tujuan 

     Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variabel pembentuk kepuasan konsumen pada ritel hipermarket di Depok dan ingin mengetahui seberapa besar hubungan antar variabel pembentuk kepuasan konsumen pada ritel hipermarket di Depok.

6. Metodologi 

Data & Variabel

Penelitian ini menggunakan data primer yang bersumber dari responden yang
diambil melalui kuesioner yang disebarkan kepada konsumen hipermarket di Depok
pada bulan Mei – Agustus 2008

Zeithaml mengidentifikasi lima dimensi pokok dalam menentukan kualitas
jasa, yaitu sebagai berikut :
1. Keandalan (realibility), yaitu kemampuan untuk memberikan pelayanan sesuai
dengan janji yang ditawarkan.
2. Daya tanggap (responsiveness), yaitu respon atau kesigapan karyawan dalam
membantu konsumen dan memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap, yang
meliputi kesigapan dalam melayani konsumen, kecepatan menangani transaksi,
dan penanganan keluhan-keluhan konsumen.
3. Jaminan (assurance), meliputi kemampuan karyawan atas pengetahuan terhadap
produk secara tepat, kualitas keramahtamahan, perhatian dan kesopanan dalam
memberi pelayanan, ketrampilan dalam memberi informasi, kemampuan dalam
memberikan keamanan di dalam memanfaatkan jasa yang ditawarkan, dan
kemampuan dalam menanamkan kepercayaan konsumen terhadap perusahaan.
Dimensi kepastian atau jaminan ini merupakan gabungan dari dimensi :
· Kompetensi (Competence), yaitu ketrampilan dan pengetahuan yang dimiliki
oleh para karyawan untuk melakukan pelayanan.
· Kesopanan (Courtessy), yang meliputi keramahan, perhatian dan sikap para
karyawan.
· Kredibilitas (Credibility), meliputi hal-hal yang berhubungan dengan
kepercayaan kepada perusahaan, seperti reputasi, prestasi dan sebagainya.
4. Empati (empathy), yaitu perhatian secara individual yang diberikan perusahaan
kepada konsumen seperti kemudahan untuk menghubungi perusahaan,
kemampuan karyawan untuk berkomunikasi dengan konsumen, dan usaha
perusahaan untuk memahami keinginan dan kebutuhan konsumennya.
Dimensi emphaty ini merupakan penggabungan dari dimensi :
· Akses (Access), meliputi kemudahan memanfaatkan jasa yang ditawarkan
perusahaan.
· Komunikasi (Communication), merupakan kemampuan melakukan
komunikasi untuk menyampaikan informasi kepada konsumen atau
memperoleh masukan dari konsumen.
· Pemahaman pada konsumen (Understanding the Customer), meliputi usaha
perusahaan untuk mengetahui dan memahami kebutuhan dan keinginan
konsumen.
5. Bukti Fisik (Tangibles), meliputi penampilan fasilitas fisik seperti gedung dan
tata letak ruangan dalam, tersedianya tempat parkir, kebersihan, kerapihan dan
kenyamanan ruangan, kelengkapan peralatan komunikasi dan penampilan
karyawan. (Umar, 2000:234-236).

Metode 
     Penulis menggunakan metode pengambilan populasi dan sampel. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik sampel random yaitu pengambilan anggota sampel dari populasi yang dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada pada populasi. Mengingat besarnya populasi, maka dalam penelitian ini peneliti mengambil sampel sebesar 100 orang konsumen pada ritel hipermarket di Depok.

Model penelitian
     Yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan uji validitas, uji reabilitas, analisis korelasi, dan analisis faktor dengan alat analisis SPSS versi 11. Uji validitas data berfungsi mengetahui derajat ketepatan data dari hasil pengukuran sampel dengan konsep pengukuran. Uji realibilitas adalah alat untuk mengetahui derajat kehandalan data dari hasil pengukuran sampel yang berguna untuk melihat konsistensi pengukuran.


7. Hasil

1. Analisis Korelasi Antar Variabel
Untuk melihat apakah ada hubungan antar variabel pembentuk kepuasan
konsumen pada ritel hipermarket di Depok dan memudahkan membuat hipotesis,
maka dilakukan dengan menggunakan Korelasi Pearson. Dengan melihat hasil analisis Pearson dengan membuat hipotesis dan pengambilan keputusan dari tiap–tiap korelasi menunjukkan bahwa hubungan korelasi antar komponen pembentuk kepuasan konsumen sangat dekat.
2. Analisis Faktor 

Komponen daya tanggap merupakan faktor yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan.

8. Kesimpulan


Dari lima variabel yang telah diuji dan dianalisis dapat disimpulkan sebagai
berikut:
1. Hubungan antar variabel pembentuk kepuasan konsumen pada ritel hipermarket
di Depok adalah signifikan.
2. Variabel bukti fisik, keandalan, daya tanggap, jaminan dan empati mampu
membentuk komponen utama kepuasan konsumen.
3. Dari lima variabel yang paling dominan membentuk kepuasan konsumen pada
ritel hipermarket adalah variabel Daya Tanggap.

Analisis Jurnal 2 : Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Mie Ayam Fajar Cabang Kelapa Dua


Analisis Jurnal Ilmiah Oleh   : ANNE KARINA SEKAR 
NPM                                            : 10210903
Kelas                                          : 3EA10

1. Judul 
Pengaruh Kualitas Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Mie Ayam     Fajar Cabang Kelapa Dua.
  Pengarang    Boby Hermawan, dkk.   
  Tahun            2012 
2. Tema            Kualitas Pelayanan & Kepuasan Konsumen 
3. Latar Belakang Masalah  
Di era globalisasi ini persaingan bisnis telah membuat berbagai perusahaan untuk berlomba merebut dan mempertahankan pangsa pasarnya. Dalam hal ini salah satu sector yang masuk dalam dunia usaha adalah sector perdagangan. Khususnya perdagangan di bidang kuliner para penjual harus bisa menemukan berbagai strategi yang tepat untuk mencapai keunggulan yang kempetitif, dengan harapan bisa mempertahankan pasar dan memenangkan persaingan. Mie Ayam Fajar yang berada di jalan Akses UI Kelapa Dua ini selain mempunyai cita rasa mie ayam yang enak dan murah terjangkau, Mie Ayam Fajar ini juga mempunyai semua fasilitas yang disebutkan diatas. Ia memperhatikan semua hal dari yang terkecil sampai yang terbesar demi memuaskan konsumennya. Tak heran semakin hari pelanggan Mie Ayam Fajar ini semakin bertambah. 
4. Masalah   
     - Bagaimana Mie Ayam Fajar Cabang Kelapa Dua memberikan kualitas pelayanannya kepada pelanggan ?  - Apakah pelanggan puas dengan kualitas pelayanan yang diberikan oleh Mie Ayam Fajar Cabang Kelapa Dua ? 
5. Tujuan  
      Untuk menganalisa seberapa puas pelanggan dalam menerima kualitas pelayanan yang diberikan oleh Mie Ayam Fajar Cabang Kelapa Dua. 
6. Metodologi  
Data & Variabel

Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer. Data primer adalah data yang dikumpulkan dan disusun oleh peneliti sendiri yang diperoleh melalui kuesioner,wawancara, atau observasi.  Dalam pengumpulan data primer, penghayatan peneliti terhadap objek yang diteliti merupakan faktor yang sangat penting, terutama untuk memperoleh informasi kualitatif yang melatarbelakangi data kuantitatif yang diperoleh.
Dalam penelitian ini variabel yang akan diteliti adalah variable bebas/independen (X) yaitu variabel yang menjadi sebab terjadinya/terpengaruhnya variable dependen (Umar, 2002:129) dan variabel terikat/dependen (Y) yaitu variabel yang nilainya dipengaruhi oleh variabel independen (Umar, 2002:45). Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Makanan, Tempat, kualitas pelayanan dan variabel terikatnya adalah Kepuasan konsumen.
Metode 
     Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Statistik deskriptif merupakan bidang ilmu statistika yang mempelajari cara-cara pengumpulan, penyusunan, dan penyajian data suatu penelitian. 
Model penelitian
    Model penelitian yang digunakan penulis adalahpenelitian kualitatif dengan bentuk penelitian deskriptif dan survei yaitu suatu metode pengumpulan penyajian dan penganalisaan data, sehingga dapat memberikan gambaran yang cukup jelas mengenai objek yang diteliti dan menarik kesimpulan berdasarkan penelitian yang dilakukan

7. Hasil 
Pada penelitian digunakan 2 metode untuk menganalisa data primer yang telah diperoleh, yakni metode analisa deskriptif dan metode analisa statistik. Metode analisa deskriptif dalam penelitian ini merupakan uraian atau penjelasan dari hasil pengumpulan data primer yang berupa kuesioner yang telah diperoleh dari responden penelitian. Sedangkan metode analisa statistik , selain untuk menguji uji validitas dan reabilitas dari kuesioner, metode analisa statistik juga digunakan untuk melakukan analisa regresi berganda.  
8. Kesimpulan dan Saran 
Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan dapat ditarik kesimpulan bahwa dari 50 orang responden menyatakan baik (puas) terhadap pelayanan Mie Ayam Fajar cabang Kelapa Dua. Hal ini dapat dilihat bahwa antusias para pelanggan sangat tinggi akan kesadaran untuk makan di Mie Ayam Fajar cabang Kelapa Dua, Dengan begitu Mie Ayam Fajar cabang Kelapa Dua telah berusaha dan berhasil membuat para konsumen (pelanggan) merasa puas dengan pelayanan yang telah diberikan oleh Mie Ayam Fajar cabang Kelapa Dua.

Apabila Mie Ayam Fajar cabang Kelapa Dua ingin mendapat konsumen (pelanggan) yang banyak, harus selalu unggul dalam persaingan serta ingin selalu memberikan pelayanan yang memuaskan konsumen, maka Mie Ayam Fajar cabang Kelapa Dua harus terus memperhatikan kebutuhan yang selalu diinginkan oleh konsumen dan lebih meningkatkan pelayanan yang lebih maksimal lagi terutama pada jenis menu dan fasilitas serta keramah tamahan pelayanan.

Analisis Jurnal 1 : Analisa Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Produk Jokers Coffee di Kampus Gunadarma Depok


Analisis Jurnal Ilmiah Oleh      : ANNE KARINA SEKAR 
NPM                                            : 10210903
Kelas                                          : 3EA10

1. Judul            Analisa Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Produk Jokers Coffee
             di Kampus Gunadarma Depok.

   Pengarang    Karina Oktaviani
   Tahun            2011

2. Tema            
Kepuasan Konsumen

3. Latar Belakang Masalah 

Dewasa ini dunia usaha sangat berkembang dengan pesat, karena banyaknya bermunculan ide – ide kreatif dan inovatif dilingkungan kita. Seiring dengan tumbuhnya ide- ide tersebut maka konsep pemasaran pun ikut berkembang. Depok merupakan salah satu daerah yang cukup banyak memiliki gedung pendidikan seperti kampus. ini menjadi acuan bagi pengusaha UKM, salah satunya adalah jenis minuman Jokers coffe yang terbuat dari coffe, serbuk biscuit, biscuit gulung, susu, batu es dan air yang disajikan dengan kemasan yang menarik sehingga mengundang konsumen untuk mencobanya. Jokers Cofee oleh mahasiswa Gunadarma sudah bukan menjadi minuman asing lagi, kepopuleran minuman ini belum surut dari dimulainya usaha tersebut. Jenis usaha ini di kampus gunadarma sangat memberikan peluang yang besar. Hal ini dapat dilihat dari semakin ketatnya persaingan didunia bisnis UKM.

4. Masalah 
 

      -     Bagaimana besar pengaruh tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas produk?
      -    Apakah kepuasan konsumen berpengaruh positif terhadap loyalitas konsumen?

5. Tujuan 

      -  Untuk mengukur  tingkat kepuasan konsumen terhadap kualitas produk.
      - Untuk mengetahui apakah kepuasan konsumen berpengaruh positif  terhadap loyalitas konsumen.

6. Metodologi 

Data & Variabel

Data yang digunakan untuk penelitian adalah data primer yaitu data yang diperoleh melalui wawancara kepada narasumber yaitu penjaga jokers coffee serta pengisian kuesioner oleh responden.
Dengan jenis data yang digunakan yaitu :
1. Data kualitatif yaitu data non angka, berupa informasi atau penjelasan yang didasarkan pada pendekatan teoritis dan penilaian logis.
2. Data kuantitatif yaitu data angka.

Variable yang digunakan :
- Variabel tidak bebas (Y) adalah tingkat kepuasan konsumen yang diperoleh dari faktor- faktor yang mempengaruhi konsumen untuk mengkonsumsi Jokers Coffee.
- Variable bebas (X) adalah faktor- faktor yang mempengaruhi konsumen untuk mengkonsumsi Jokers Coffee, atribut tersebut antara lain tingkat harga yang ditawarkan (x1) , banyaknya pilihan rasa (x2), bentuk kemasan (x3) dan kemudahan didapat (x4).

Metode 
     Metode yang digunakan adalah metode deskriptif dan metode statistika.

Model penelitian
     Jokers Coffee merupakan salah satu usaha franchise yang sedang naik daun, memiliki beberapa atribut yang langsung dapat dirasakan oleh konsumen sebagai faktor – faktor yang mendukung kepuasan konsumen antara lain  harga(x1) , pilihan rasa(x2), kemasan(x3) dan kemudahan didapat(x4).


7. Hasil

Faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan konsumen untuk berlangganan di Jokers Coffee. Dari penelitian yang telah diamati terdapat beberapa faktor mengapa sebagian besar konsumen Jokers Coffee di daerah Depok, menjadi pelanggan tetap, antara lain sebagai berikut :
               
1.    Harga terjangkau.
2.    Banyak pilihan rasa.
3.    Kemasan.
4.    Mudah didapat.

8. Kesimpulan

Faktor-faktor yang menjadi pengaruh naiknya tingkat minat konsumen untuk mengkonsumsi Jokers Coffee, karena mereka beranggapan bahwa Jokers Coffee adalah minuman yang menyegarkan untuk dikonsumsi terlebih pada siang hari dengan berbagai pilihan rasa dan harga terjangkau. Umumnya kepuasan konsumen menjadi titik tolak besar kecilnya loyalitas pelanggan terhadap suatu produk ataupun jasa. Jokers Coffee menghadirkan sensasi Coffee Ice Blend yang dikemas modern dengan berbagai pilihan rasa dan harga yang terjangkau. Coffee adalah salah satu minuman yang hampir disukai oleh seluruh masyarakat.